Lamanya masa tunggu keberangkatan haji di Indonsia menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat muslim yang telah lanjut usia. Tabungan untuk ibadah haji yang sudah mereka kumpulkan sejak dewasa dan baru dirasa cukup ketika mereka lanjut usia, seakan tak berguna ketika mendengar masa tunggunya yang begitu panjang. Bahkan, banyak dari mereka yang mendaftar dengan keyakinan “ya sudah, kalau memang bukan jatah saya, buat anak cucu saya juga ndak papa”.

Bagi masyarakat muslim yang beruntung, mereka bisa memangkas masa tunggu haji menjadi beberapa tahun saja, dengan progam haji plus. Masyarakat muslim pada umumnya lebih memilih menyisihkan tabungan hajinya untuk pergi umroh, guna menepis kerinduan mereka untuk berkunjung ke rumah dan kekasih-Nya.

Geliat tren umroh ramah lansia pun akhirnya marak dalam lingkungan travel umrah. Maraknya jargon umroh ramah lansia akhirnya menimbulkan kebingungan dalam memilih travel yang cocok digunakan. Selebihnya, hemat saya, Ada tiga hal yang perlu diperhatikan bagi masyarakat muslim lansia sebelum mereka berangkat umroh.

Pertama, Menjaga Kesehatan Tubuh.

Selain mempunyai makna spiritual yang luhur, Ibadah umroh juga merupakan ibadah fisik yang memerlukan stamina ekstra dalam pelaksanaannya. Seperti tawaf 7 kali putaran mengelilingi Ka’bah. Satu kali putaran tawaf kira-kira mencapai 200-250 meter, jadi untuk 7 kali putaran tawaf sekitar 1,4 -1,7 kilometer. Untuk satu ibadah tawaf saja jamaah sudah menempuh jarah berjalan kaki 1,5 kilometer, ini dihitung dari titik mulai dan akhir tawaf, hajar aswad . Kemudian Sa’I. Jarak antara bukit Shafa dan bukit Marwah sekitar 400 meter. Untuk tujuh kali perjalanan bolak-balik dari Shafa ke Marwah ataupun sebaliknya sebarti sekitar 2,8 kilometer.

Jadi, jika ditaksir secara keseluruhan jarak yang ditempuh jamaah umrah untuk pelaksanaan Tawaf dan Sa’I sekitar 4 – 4,5 kilometer, ini dimulai dari dalam masjidil haram bukan dari hotel tempat jamah menginap. Maka sudah sewajarnya jamaah harus menjaga kesehatan dengan mulai melakukan kegiatan olahraga secara rutin di Indonesia, seperti jalan kaki 30 menit setiap hari, menjaga pola makan dan melakukan olahraga kardio ringan. 

Kedua, Memilih Waktu Berangkat yang Tepat.

Tidak semua bulan dalam kalender Masehi ataupun Hijriah memili jumlah jamaah umroh yang sama. Hindari berangkat umroh pada akhir tahun atau mendekati hari-hari perayaan besar umat Islam. Pilihlah waktu sesudah musim haji pada akhir bulan Dzulhijah sampai awal bulan Safar. Pada waktu tersebut jamaah umroh yang datang tidak terlalu ramai seperti bulan-bulan lainnya, karena banyak dari mereka memilih menunggu waktu liburan atau waktu Ramadhan.

Akhir bulan Dzulhijah sampai awal bulan Safar pada kalender masehi tahun 2026 bertepatan dengan bulan Juni – Juli. Bulan-bulan ini tidak termasuk peak season, jadi harga paket umroh relatif lebih murah dibanding bulan lainnya.  

Ketiga, Travel Umroh yang Mendukung.

Hal ini bisa dilihat dari banyak sisi. Lihatlah paket bundle yang ditawarkan, apakah sudah mencakup segala hal atau all in. Paket lengkap tanpa ada exclude apapun seperti pesawat domestik, pembuatan paspor serta vaksin sangat memudahkan persiapan bagi lansia, karena sisanya mereka hanya fokus untuk mengurus persiapan pribadinya.

Selain itu, pastikan rangkaian kegiatan yang ada selama umroh tidak terlalu padat, kegiatan umroh hanya difokuskan di sekitar masjid haram dan nabawi. Paket umroh dengan rangkaian kegiatan tambahan yang banyak dapat menguras stamina jamaah yang harusnya dapat digunakan untuk ibadah umroh. Pilihlah paket umroh 12 hari dengan kegiatan tambahan yang lumrah seperti city tour kota makkah dan madinah saja.

Kemudian, pastikan tour leader dan pembimbing ibadah di travel umroh tersebut mengerti betul keadaan jamaah lansia. Mereka harus lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan jamaah lansia, bahkan dari ibadah umroh itu sendiri. Tidak tergesa-gesa ketika pelaksanaan manasik umrah (tawaf, sai, tahalul). 

Pastikan umrahmu dan orang tuamu nyaman bersama Grand Hassania Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *