Sejak akhir Februari 2026, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran dalam bentuk serangan rudal dan drone terhadap berbagai target di kawasan Teluk, termasuk fasilitas minyak dan instalasi militer di beberapa negara sekutu Amerika.
Konflik ini kemudian berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas, dengan serangan yang menyasar berbagai titik strategis seperti fasilitas minyak, pangkalan militer, hingga wilayah perkotaan di negara-negara Teluk. Bahkan, sejumlah serangan drone juga sempat diarahkan ke fasilitas energi di Arab Saudi.
Situasi tersebut membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan dan mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya di kawasan Timur Tengah.
Dampak terhadap Jamaah Umroh
Konflik yang meningkat tidak secara langsung terjadi di kota suci Makkah dan Madinah, namun dampaknya tetap terasa bagi jamaah umroh dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
1. Gangguan penerbangan internasional
Eskalasi konflik membuat beberapa negara menutup atau membatasi ruang udara. Akibatnya, banyak maskapai menunda atau membatalkan penerbangan menuju Arab Saudi. Hal ini menyebabkan jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah umroh terganggu. Sebagian jamaah bahkan sempat tertahan karena penerbangan pulang dibatalkan atau dialihkan.
2. Pembengkakan biaya
Untuk jamaah yang sudah berada di Saudi dan terdampak pembatalan atau pengunduran jadwal penerbangan, terpaksa harus tinggal lebih lama disana. Hal ini menyebabkan pembengkakan biaya yang lumayan besar. anggaran akomodasi, hotel dan makan yang tadinya untuk 9 hari harus dialihkan untuk waktu yang tidak pasti.
3. Penyesuaian jadwal keberangkatan
Sejumlah biro perjalanan dan asosiasi penyelenggara umroh mulai mempertimbangkan penundaan jadwal keberangkatan hingga situasi lebih stabil. Namun, banyak juga biro yang tetap menjalankan perjalanan umrohnya seperti sedia kala, sebab tidak semua maskapai penerbangan membatalkan jadwal mereka. Beberapa maskapai penerbangan yang memiliki rute direct tetap beroperasi seperti biasa.
Apakah Ibadah Umroh dan Haji Terancam?
Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa wilayah Makkah dan Madinah tetap aman bagi jamaah. Pihak berwenang juga terus memantau situasi regional untuk memastikan keamanan para peziarah. Meski demikian, beberapa pihak di Indonesia sempat mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penundaan keberangkatan haji atau umroh jika situasi konflik semakin meluas.
Hal ini lebih berkaitan dengan faktor transportasi dan keamanan regional, bukan karena ancaman langsung terhadap kota suci.
